Penguatan Sistem Insentif untuk mengoptimalkan Fungsi Promotif-Preventif di Jakarta Timur

Jakarta Timur, 23 Januari 2018, Shita Dewi memandu acara desiminasi hasil Riset Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jakarta Timur dengan menyampaikan bahwa penelitian ini telah dilaksanakan di 5 kabupaten/kota sebelumnya pada tahun 2017. Riset ini merupakan kolaborasi antara Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Pusat pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (PPJK), dan juga USAID. Selanjutnya, Doni Arianto, PPPJK membuka acara desiminasi dengan resmi.

Pemaparan materi pertama, Relmbuss Fanda menyatakan bahwa sistem pembayaran kompensasiuntuk pegawai di DKI Jakarta memiliki banyak kelebihan. Pertama,Pemberian Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) tidak semata-mata berdasarkankehadiran, namun juga mempertimbangkan jenis pekerjaan dan profesi. Kedua, adanya indikator bagi jabatan pimpinan tinggi yangsalah satunya yaitu dalam menindaklanjuti pengaduanmasyarakat dengan bobot 10%. Indikator tersebut menyebabkanPuskesmas berupaya mencapai kepuasan pelayanansupaya zero complain.Namun demikian, terdapat beberapa tantangan yangdihadapi oleh petugas kesehatan terkait sistem penilaiankinerja yang saat ini berlaku. Tidak adanyauang transportasi yang dinilai belum adil bagi petugasyang memiliki beban kerja tinggi untuk kegiatan luargedung. Tidak adanya pointambahan untuk penilaian kinerja serta kurangnyainsentif non-finansial bagi pemegang program. Di samping itu, perbedaan dalam pemberian TKD untuktenaga fungsional puskesmas dan non-fungsional Sudinkes mengakibatkan kecenderungan untuk bertahandi Puskesmas. Hal ini berdampak kepada promosijabatan ke Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timuryang dianggap tidak menguntungkan.

Pemaparan Materi tentang program Prioritas, Aulia Novelira menyampaikan tentang program prioritas HIV Aids. Program HIV lebih banyak menekankan pada penguatan public private mix (PPM) antara klinik swasta dan puskesmas dalam menjaring penemuan kasus baru HIV dan pendampingan terhadap orang dengan HIV/AIDS yang berbasis wilayah kerja. Penguatan peran promotif dan preventif untuk program HIV ini sangat diperlukan agar penularan virus HIV tidak semakin meluas. Saat ini, strategi percepatan penemuan kasus dan terapi ARV dalam Fast Track 90-90-90 di DKI Jakarta menjadi salah satu acuan target yang dapat menjadi salah satu alasan perlunya jejaring antara klinik swasta dan puskesmas.

Pemaparan program Tuberkulosis (TB), Christa Dewi menceritakan tentang penemuan kasus dan angka kesembuhan menjadi indikator kinerja program yang paling ditekankan dalam mengendalikan penularan penyakit ini. Salah satu puskesmas di Kota Jakarta Timur telah membuktikan bahwa PPM berkontribusi dalam penemuan kasus TB. Puskesmas dapat memiliki jejaring dan membantu pencapaian target program yang signifikan. PPM ini diinisiasi melalui Ikatan Dokter Indonesia sejak tahun 2015, dan memiliki kemitraan dengan 7 klinik swasta. Pelaporan kasus rujukan dan rujuk balik telah berbasis android. Klinik swasta memiliki peran dalam pengambilan sputum, fiksasi, mengirimkan slide ke puskesmas, dan pengobatan. Sedangkan puskesmas berperan dalam pemeriksaan sputum, memberikan (drop) pot sputum serta obat TB dan melengkapi pelaporan nasional TB melalui SITT.

Dalam acara desimasi ini, temuan hasil penelitian dibahas oleh beberapa pembicara. Pertama, Novana Perdana Putri, Subdit Praktik Perorangan, membahas tentang konsep kewilayahan puskesmas tidak hanya pada masyarakat, tetapi juga pada fasilitas kesehatan yang berada tersebut. Puskesmas perlu melakukan pemetaan untuk jumlah klinik swasta agara dapat bersinergi dalam layanan kesehatan yang diberikan. Tenaga kesehatan di puskesmas yang masih memiliki beban kerja ganda bahkan lebih masih menjadi isu kesehatan. Penilaian kinerja tenaga kesehatan sebaiknya juga menekankan pada kualitas layanan yang diberikan, tidak hanya pada kuantitas layanan yang diberikan.

Pembahas kedua, Etty Agustijani, BKD Provinsi DKI Jakarta, membahas bahwa konsep dalam penilaian kerja dengan Sistem E-kinerja berdasarkan jabatan masing-masing pegawai. Ketimpangan mengenai beban kerja pemegang program harusnya diselesaikan di tingkat puskesmas, sehingga beban kerja untuk setiap pegawai bisa adil. Pembayaran terhadap gaji dan TKD pegawai negeri sipil dan juga tenaga Ketuk Pintu Layani Dengan Hati masih ditanggung oleh APBD DKI Jakarta. Proses penilaian kinerja untuk pegawai dapat berdasarkan output, namun masih sulit menentukan indikator bulanan untuk penilaian kinerja. Saat ini, penetapan jabatan fungsional untuk pegawai di Dinas Kesehatan maupun Suku Dinas Kesehatan masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pembahas ketiga, Doni Arianto, Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan, menyatakan bahwa perhitungan poin-poin kinerja pada sistem TKD sudah berjalan dengan baik. Meskipun demikian tidak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat sejumlah pegawai yang “nakal”. Studi restrospektif perlu diadakan untuk mengetaui seberapa besar pengaruh dana kapitasi terhadap kinerja. Dana kapitasi untuk puskesmas di Jakarta timur telah dimanfaatkan untuk operasional program prioritas seperti HIV dan TB.

Pembahas terakhir, Trijoko Yudopuspito, Subdit HIV, menyampaikan bahwa temuan tersebut penting untuk untuk dijadikan bahan refleksi. Seluruh puskesmas kecamatan yang telah akreditasi seharunya sudah bisa memberikan layanan HIV Aids yang memadai. Penilaian kinerja untuk pegawai puskesmas harusnya juga memperhatikan perjanjian kerja diawal tahun. Puskesmas yang telah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sering menghilangkan fungsi kewilayahan puskesmas, dan lebih menekankan pada fungsi kuratif dibandingkan dengan fungsi promotif-preventif.*(biljers fanda)


Materi Pertemuan >>


Hasil Studi


 

KEMITRAAN


USAID           pkmk eng  

Program ini merupakan upaya kolaboratif antara berbagai ahli dan pemegang kebijakan dalam pengembangan sistem kesehatan yang terdiri atas USAID, Health Finance & Governance Project, Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM, dan berbagai insititusi lainnya.

Visitor Counter

Today 94

Yesterday 110

Week 531

Month 2705

All 14893

Currently are 3 guests and no members online

About Website

This website is made possible by the support of the American people through the United States Agency for International Development (USAID). The contents are the sole responsibility of Indonesian Implementation Research for UHC Program and do not reflect the views of USAID or the United States Government.

Copyright © 2018 Indonesia-Implementationresearch-uhc

Search